Latest News

Mengenal Tier 3 Data Center

Tier 3 data center

Mereka yang bekerja lebih banyak berkaitan dengan dunia IT, tentu tidak asing lagi dengan data center hingga tier 3 data center. Pusat data atau data center ini sendiri merupakan sarana diletakkannya sistem komputer dan komponen-komponen yang berkaitan dengan sistem komputer itu sendiri, seperti sistem telekomunikasi hingga penyimpanan data. Keberadaan data center ini menjadi sangat penting bagi penyedia internet hingga pemilik bisnis yang menjalankan kegiatan bisnisnya dengan internet.

Data center tier
Dalam data center atau pusat data sendiri, proses pembangunan atau pembuatannya cukup rumit dilakukan. Namun mengingat kebutuhan pusat data yang semakin besar, proses pembangunan atau pembuatannya sendiri merupakan keharusan. Sehingga segala kegiatan yang berkaitan dengan keberadaan pusat data, baik itu yang berkaitan dengan kegiatan bisnis atau non bisnis, dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Dalam pembangunan data center ini, diperlukan berbagai macam perlengkapan teknologi yang cukup rumit hingga merencanakan banyak infrastruktur yang diperlukan. Saat proses penyusunan rencana infrastruktur data center, terdapat 4 tier dalam proses penyusunannya. Masing-masing tier memiliki tingkat ketersediaan atau tingkat kepercayaan yang berbeda-beda. Sehingga pembangunannya dapat diwujudkan sesuai dengan standar pembangunan data center.

Tier pada data center ini sendiri terdiri dari tier 1 basic, tier 2 redundant components, tier 3 data center concurrently maintanable hingga tier 4 fault tolerant. Tier 1 memiliki tingkat ketersediaan yang paling rendah diantara yang lainnya, yakni 99.671% saja. Tier 2 memiliki tingkat kepercayaan 99.741%. Tier 3 data center memiliki tingkat kepercayaan hingga 99.982%. Sementara tier 4 memiliki tingkat ketersediaan yang paling besar dengan nilai 99.995%.

Tier 3 data center
Seperti telah diuraikan sebelumnya, tier 4 fault tolerant memiliki tingkat ketersediaan yang paling besar. Namun keberadaan tier 3 data center ini sangat bagus untuk proses pembangunan diwujudkannya data center. Meski memiliki tingkat ketersediaan atau tingkat kepercayaan yang lebih kecil dari tier 4, namun tier 3 data center ini justru mampu melindungi dari gangguan yang terencana dengan adanya rencana perlindungan yang dibuat.

Kemampuan melindungi gangguan yang terencana ini akan membuat data center terlindungi. Selain itu tier 3 data center ini juga menggunakan multiple power dengan distribusi cooling atau distribusi pendinginan path. Namun tier 3 data center ini hanya mengaktifkan single path yang membuatnya masuk ke dalam komponen redundant sehingga data center dapat berjalan maksimal dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan koneksi internet.

Keberadaan tier 3 data center ini juga mengharuskan adanya komponen raised floor dan juga beberapa komponen penunjang lainnya seperti generator juga UPS. Kelebihan tier 3 data center terletak pada waktu penerapannya yang cukup lama yakni selama 15 sampai 20 bulan. Waktu down timenya juga cukup singkat hanya 1.6 jam saja. Tier 3 data center juga mempunyai kapasitas tambahan yang lebih dari cukup untuk membantu sistem menahan beban saat perawatan dilakukan.


1 Response to "Mengenal Tier 3 Data Center"