Latest News

Puluhan Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi

BANJARMASIN
Sedikitnya 60 orang pecandu narkoba menjalani perawatan di pusat rehabilitasi penyalahgunaan narkoba di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kementerian Sosial bangun pusat rehabilitasi narkoba di Kalsel.
     Kepala Seksi Tuna Sosial dan Napza, Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel, Panggah Harianto, Rabu (23/3), mengatakan ada puluhan masyarakat yang mengalami ketergantungan dengan narkoba (pecandu) menjalani perawatan pada pusat rehabilitasi di dua lokasi di Kota Banjarmasin. “Ada dua pusat rehabilitasi narkoba yang dikelola dua yayasan di Banjarmasin,” tuturnya.
     Yayasan yang dibina Kementerian Sosial ini sudah ada sejak beberapa tahun terakhir. Yayasan tersebut adalah Yayasan Lingkar Harapan Banua dan Yayasan Serba Bhakti. Kedua yayasan ini memiliki tempat dan SDM profesional guna penanganan masalah pecandu narkoba.
     Saat ini tercatat sedikitnya 60 orang pecandu yang menjalani perawatan rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap. “Jumlah warga yang menjalani perawatan rehabilitasi ini masih sedikit dibandingkan estimasi jumlah pecandu narkoba yang ada di Kalsel,” ungkapnya.
     Hal ini disebabkan, warga masih takut untuk melapor atau meminta direhabilitasi karena kekhawatiran takut akan ditangkap. Padahal pusat rehabilitasi ini memberikan jaminan perawatan secara gratis kepada masyarakat.
     Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel, Farhan, mengatakan selain pusat rehabilitasi milik Kementerian Sosial ini, Badan Narkotika Nasional Provinsi juga melakukan pelayanan rehabilitasi yang dipusatkan di sejumlah rumah sakit di Kalsel. Lebih jauh menurut Farhan, Kemensos juga telah membangun pusat rehabilitasi narkoba yang diharapkan pada 2017 mendatang dapat mulai beroperasi. Pusat rehabilitasi narkoba yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp7 miliar tersebut, diharapkan dapat melayani 100 orang pecandu narkoba setiap tahunnya.
      Menurut data BNNP Kalsel jumlah pengguna narkoba di wilayah ini diperkirakan mencapai 57.000 orang lebih. Kepala BNN Provinsi Kalsel, Komisaris Besar Arnowo, hingga kini pihaknya telah berhasil merehabilitasi pecandu narkoba sebanyak 1.200 orang.  “Jumlah pengguna narkoba di Kalsel cukup tinggi. BNN terus berupaya menekan jumlah pengguna narkoba dengan melakukan rehabilitasi,” tuturnya.
     Menurutnya, saat ini sejumlah pusat pelayanan kesehatan di Kalsel seperti rumah sakit, puskesmas termasuk lembaga pemasyarakatan telah ditetapkan sebagai pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba di Kalsel. Kalsel sendiri tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

    
Pada bagian lain, Kepolisian Daerah Kalsel kembali berhasil menangkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu di wilayah tersebut.

0 Response to "Puluhan Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi"