Latest News

Tanah Bumbu Mulai Bangun Agro Industri

tanah bumbu argo industri
Logo Tanbu

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan mulai mengambil langkah-langkah mencari alternatif sumber pendapatan baru selain sektor pertambangan yang kini terancam terpuruk. Pengembangan sektor agro industri dinilai akan mampu menjadi penopang sumber pendapatan bagi daerah secara berkelanjutan.
     Hal ini dikemukakan, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, Rabu (19/8). “Saat ini pemerintah daerah berupaya membangun rancangan program strategis sebagai solusi untuk menyiapkan sumber pendapatan di luar sektor pertambangan yang tidak bisa diperbaharui. “Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah pendapatan yang berkesinambungan dalam bidang Agro Industri,” ujarnya.
     Mardani yang juga menjabat Ketua Umum APKASI menyebut  Pemkab Tanah Bumbu telah menyiapkan sebuah kawasan seluas 2.000 hektar sebagai kawasan yang dipersiapkan untuk membangun kawasan industri. Kawasan industri batulicin nantinya akan bersinergi dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 2.000 hektar yang dibangun di Kabupaten Kotabaru.
     Sejauh ini berbagai program pembangunan infrastruktur daerah telah diarahkan untuk menunjang target pembangunan kawasan industri ini. Diantaranya, pembangunan pelabuhan samudera, jalan tol Banjarmasin-Batulicin sepanjang 132 kilometer, hingga kesiapan trek rel kereta api serta jembatan penghubung Tanah Bumbu dan Kotabaru.
     Pengembangan agro industri di Tanah Bumbu dinilai cukup terbuka, mengingat wilayahnya ini juga merupakan salah satu wilayah perkebunan kelapa sawit terbesar di Kalsel selain Tanah Laut dan Kotabaru.  Dari sisi potensi lahan untuk menunjang agribisnis kelapa sawit, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki lahan potensial yang sangat besar. Potensi lahan untuk agribisnis kelapa sawit meliputi tegal/kebun 44.818 ha, ladang 25.281 ha, rawa-rawa tidak ditanami 7.156 ha, tanah kering sementara tidak ditanami 16.652 ha.
     Sebagai kabupaten pemekaran yang baru berumur 12 tahun, Tanah Bumbu dinilai cukup berhasil. Bukti keberhasilan dapat dilihat dari besarnya jumlah Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) yang hingga saat ini terus mengalami peningkatan.
    Mulai 2010,  APBD Tanah Bumbu yang hanya sebesar Rp628.574.142.719,52, dua tahun kemudian naik menjadi Rp1.077.624.762.568,13. Memasuki 2015, APBD Tanah Bumbu naik menjadi Rp1.295.333.685.833,00.
     Meningkatnya APBD, juga telah di ikuti dengan naiknya sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana pada 2010 PAD Tanah Bumbu yang hanya mencapai Rp. 24. 093.777.201,52. Pada tahun 2014 sebesar Rp. 84.464.250.169,63, dan  di tahun 2015 menjadi Rp. 117.751.306.727,41.

0 Response to "Tanah Bumbu Mulai Bangun Agro Industri"