Latest News

Penghasil Batubara Terbesar Kalsel Tanah Bumbu Andalkan Sektor Pertanian

Meski dikenal sebagai daerah penghasil batubara terbesar di Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kini mulai beralih mengandalkan sektor pertanian.
     Hal ini ditegaskan, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, Minggu (2/8). “Tanah Bumbu bertekad menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Kalsel, selain sektor pertambangan. Potensi pertanian di Tanah Bumbu masih cukup terbuka untuk dikembangkan,” tuturnya.
     Saat ini Pemkab Tanah Bumbu menggalakkan program strategis bidang pertanian khususnya pengembangan potensi pertanian padi dengan mengutamakan kebutuhan petani seperti peningkatan jalan usaha petani, sistem pengairan, peralatan handtraktor, penyaluran pupuk yang lancar, termasuk proses pemasaran produksi padi petani.
Selain itu, Pemkab Tanah Bumbu berharap pemerintah pusat dapat membantu pembangunan waduk guna mendukungan pengembangan sektor pertanian, termasuk pasokan listrik masyarakat. “Dengan adanya waduk akan menjamin sistem pengairan pertanian yang baik, sehingga produksi pertanian akan dapat ditingkatkan,” ucapnya.
Sejauh ini, luas lahan tanam padi di Kabupateh Tanah Bumbu mencapai 24.000 hektar, dengan tingkat produksi rata-rata mencapai 7,2 ton gabah per hektar. Produksi padi Tanah Bumbu sekitar 100.600 ton gabah kering giling (GKG).
Capaian produksi padi ini hanya sekitar 5 persen dari total produksi padi Kalsel yang menjadi 2,1 juta ton pertahun. “Pertanian tanaman pangan di Kalsel masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan, termasuk Tanah Bumbu,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalsel, Faturrahman.
     Berdasarkan laporan survei pertanian (SP) tahun 2013, jenis lahan sawah yang mempunyai potensi ditanami padi di Kalsel didominasi lahan sawah tadah hujan, seluas  201.992 ha (32,64  persen), dan lahan rawa pasang surut luas 200.903 ha (31,98 persen)  dan lahan kering seluas 1.670.922 ha (27,14 persen). Sedangkan  lahan sawah beririgasi baru 50.948 ha (8,23%).
     Dari potensi lahan tersebut, sebagian besar baru ditanami padi satu kali setahun atau  seluas 397.731 Ha, dan  yang  ditanami padi dua kali setahun hanya 37.570 Ha (8,53 persen) dan sudah bisa ditanami padi tiga kali setahun  sangat sedikit, yakni baru  5.128 Ha (1,16 persen). “Artinya dengan peningkatan intensitas tanam, optimasi lahan dan perluasan areal rawa di lahan rawa lebak, maka produksi padi Kalsel akan meningkat,” tambahnya.
     Namun Kalsel menghadapi permasalahan  terjadinya alih fungsi lahan (pangan  ke non pangan dan ke sektor lain).  Perubahan iklim global (sulit diprediksi dan kerusakan akibat bencana alam atau banjir atau kekeringan masih besar)

0 Response to "Penghasil Batubara Terbesar Kalsel Tanah Bumbu Andalkan Sektor Pertanian"