Latest News

Pemkab Banjar Salurkan Air Bersih ke Lokasi Kekeringan

Wilayah Kabupaten Banjar menjadi daerah terparah dilanda kekeringan saat ini di Kalimantan Selatan. Pemerintah kabupaten setempat akan menyalurkan air bersih kepada puluhan desa di enam kecamatan dilanda bencana kekeringan.
     Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Sunarto, Minggu (2/8), mengatakan ada puluhan desa di wilayah tersebut kini dilanda kekeringan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Pemkab dalam waktu dekat akan memberikan bantuan berupa penyaluran air bersih kepada masyarakat korban kekeringan,” ungkapnya.
     Upaya mengatasi bencana kekeringan, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan ini akan dibahas bersama instansi terkait, pihak swasta serta masyarakat desa. “Rapat koordinasi untuk mengatasi masalah kekeringan juga ancaman kebakaran hutan dan lahan, akan diselenggarakan dengan melibatkan BPNP pusat,” terangnya.
     Saat ini ada puluhan desa di enam kecamatan di Kabupaten Banjar dilanda kekeringan, meliputi Kecamatan Aluh-aluh, Beruntung Baru, Tata Makmur, Simpang Empat, Martapura Barat dan Kintapuri. Menurut Sunarto, bencana kekeringan tahun ini serupa dengan bencana kekeringan tahun sebelumnya, dimana jumlah desa yang dilanda kekeringan mencapai 42 desa dengan jumlah warga korban kekeringan sebanyak 20.000 orang.
      Daerah terparah dilanda kekeringan adalah Kecamatan Tata Makmur yang merupakan wilayah pesisir. Di daerah ini, sumur dan air sungai yang diandalkan warga untuk kebutuhan sehari-hari mengalami interusi air laut sehingga tidak dapat dikonsumsi.
          Daerah lainnya adalah wilayah pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kintapuri. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Tapin dan Barito Kuala. “Sumur dan rawa-rawa yang berdekatan dengan kawasan perkebunan sawit mengering dan airnya menjadi asam,” bebernya.
          Selain kesulitan air bersih, kekeringan juga mengancam areal pertanian. Puluhan petani di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat, telah melaporkan ancaman kerusakan tanaman padi mereka akibat ketiadaan air. Pada bagian lain, Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Yuliana, mengatakan sejauh ini tercatat sedikitnya 9.000 hektar areal tanaman padi di sejumlah kabupaten seperti Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong dan Barito Kuala dilanda kekeringan. “Sebagian tanaman padi yang diperkirakan mencapai 200 hektar telah dinyatakan puso,” tuturnya.
     Untuk mengatasi ancaman kekeringan ini, dinas pertanian kabupaten dan provinsi telah menggelontorkan dana bantuan untuk kegiatan pompanisasi guna membantu petani. Kegiatan pompanisasi ini diharapkan dapat mencegah areal pertanian dari kekeringan, tetapi pompanisasi hanya dapat dilakukan pada areal berdekatan dengan sungai. Sementara lahan yang jauh dari sumber air mengalami kesulitan.

0 Response to "Pemkab Banjar Salurkan Air Bersih ke Lokasi Kekeringan"