Latest News

PDAM Bandarmasih Kurangi Produksi Air Bersih Akibat Kemarau

Kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Selatan menyebabkan sungai-sungai surut dan air asin. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Banjarmasin dan sejumlah PDAM lain di Kalsel terpaksa mengurangi produksi air bersih akibat kekurangan air baku yang mengandalkan sungai dan irigasi.
    Hal ini disampaikan, Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih, Selasa (4/8) di Banjarmasin. Menurutnya, sejak beberapa hari terakhir pihaknya telah menghentikan mesin pengolahan air di intake Sei Bilu yang mengandalkan pasokan air baku dari Sungai Martapura.
"Intake Sei Bilu tidak dapat beroperasi karena sungai surut dan mengalami interusi air laut, jauh diatas ambang batas,” tuturnya. Saat ini tingkat kadar garam di air sungai Martapura mencapai 5.000 mg/liter jauh melampaui ambang batas 250 mg/liter.
Air sungai yang surut juga menyebabkan tingkat pencemaran sungai terutama bakteri e coli juga tinggi. Akibatnya pasokan air bersih PDAM Bandarmasih yang merupakan PDAM terbesar di Kalsel ini berkurang hingga 20 persen.
Lebih jauh dikemukakan Muslih, kemarau juga berimbas pada menurunnya debit air irigasi yang berasal dari waduk Riam Kanan. “Salah satu sumber air baku terbesar kita berasal dari irigasi waduk riam kanan. Kini kondisi airnya terus menurun, akibat kemarau,” tambahnya.
    Dengan kondisi ini, praktis PDAM Bandarmasih hanya mengandalkan pasokan air baku dari intake Sungai Tabuk yang kini kondisinya juga mulai surut. PDAM Bandarmasih merupakan PDAM terbesar di Kalsel. Kondisi kesulitan air baku juga dialami PDAM lainnya di Kalsel seperti PDAM Intan Banjar, Kabupaten Banjar dan PDAM Barito Kuala.
      Sementara, kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kalsel masih terus berlangsung. Kabupaten Banjar menjadi daerah terparah dilanda kekeringan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Sunarto mengatakan ada belasan ribu warga di enam kecamatan terdampak kekeringan. Pemda setempat berencana menyalurkan air bersih kepada masyarakat di wilayah kekeringan.
     Hal serupa juga dikemukakan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming yang mengatakan pihaknya telah menyiapkan armada mobil tangki untuk memasok air bersih kepada warga di lokasi terkena bencana kekeringan.

0 Response to "PDAM Bandarmasih Kurangi Produksi Air Bersih Akibat Kemarau"