Latest News

Harga Beras di Kalsel Melambung, Bulog Tak Mampu Serap Beras Petani

Harga Melambung, Bulog Tak Mampu Serap Beras Petani

Hingga pertengahan Agustus 2015 serapan beras oleh Bulog Divre Kalimantan Selatan masih rendah, menyusul melambungnya harga beras di tingkat petani.
     Hal ini dikemukakan, Kepala Bulog Divre Kalsel, Alwi Umri, Rabu (12/8) di Banjarmasin. “Daya serap beras hasil panen petani masih kurang, akibat tingginya harga beras di tingkat petani,” ungkapnya.
     Tingginya harga beras di pasaran membuat Bulog tak mampu membeli beras. Meski pemerintah telah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras dari Rp6.600 menjadi Rp7.300 perkilo, namun harga beras di lapangan jauh lebih tinggi sehingga petani enggan menjual beras ke Bulog.
     Harga beras medium (non lokal) di tingkat petani saat ini mencapai Rp8.000-Rp9.000.Kondisi ini membuat petani lebih memilih menjual hasil panennya ke pasaran, selain alasan ketatnya persyaratan yang ditetapkan bulog. Terlebih harga beras lokal jenis siam yang menjadi makanan utama warga Kalsel jauh melambung mencapai Rp11.000-Rp15.000 perkilo, tergantung jenisnya.
     “Beras ganal atau beras medium sudah jauh diatas HPP, apalagi beras lokal sehingga Bulog tidak mampu membeli beras di pasaran saat ini,” ungkapnya. Menurut catatan Bulog Kalsel, pada 2014 lalu pihaknya hanya mampu menyerapkan separuh dari target penyerapan sebesar 45.000 ton. Sehingga pada 2015 pihaknya harus menurunkan target serapan beras petani menjadi 30.000 ton.
Hingga Agustus 2015 pembelian beras oleh bulog di lapangan juga masih rendah sekitar 6.000 ton atau kurang dari 20 persen dari target ditetapkan. Sebanyak 70 persen dari 1,2 juta ton produksi beras Kalsel merupakan beras lokal.
Walaupun daya serap beras Bulog masih rendah, tetapi stok beras yang ada di gudang Bulog Kalsel mencapai 10.000 ton  atau cukup untuk kebutuhan lima bulan ke depan.
     Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalsel, Faturahman, mengakui rendahnya serapan beras petani oleh bulog yang disebabkan tingginya harga beras di tingkat petani. “Seharusnya bulog memperbaiki HPP beras, tidak hanya beras umum tetapi juga beras lokal jenis siam unus yang menjadi konsumsi utama masyarakat Kalsel,” tuturnya.
     Produksi beras Kalsel pertahunnya mencapai 1,2 juta ton atau 2,1 juta ton gabah kering giling. Dengan tingkat konsumsi masyarakat sebanyak 500.000 ton maka Kalsel mengalami surplus produksi beras mencapai 700.000 ton dan tercatat sebagai salah satu provinsi penyangga pangan nasional.
Saat kemarau seperti sekarang ini, sejumlah wilayah sentra pertanian terutama di lahan rawa dan pasang surut mengalami musim panen raya padi.

0 Response to "Harga Beras di Kalsel Melambung, Bulog Tak Mampu Serap Beras Petani"