Latest News

Ubi Alabio dan Bunga Teratai Pangan Lokal Khas Kalsel

Walau produksi padi Kalimantan Selatan berlimpah atau surplus, namun pemerintah daerah setempat sejak beberapa tahun terakhir terus mengembangkan sumber pangan lokal yang bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Ada sejumlah pangan lokal yang banyak dikonsumsi warga Kalsel antara lain ubi alabio dan talepok pangan berasal dari biji bunga teratai.


     “Selain peningkatan produksi padi, pemerintah daerah juga berupaya mengembangkan sumber pangan lokal yang banyak dikonsumsi masyarakat,” ungkap Faturrahman, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kalsel, Jumat (22/5).

     Menurutnya ada beberapa jenis panganan lokal yang banyak dikonsumsi masyarakat dan dapat dijadikan sumber pangan pengganti beras. Antara lain, ubi alabio dan talepok yang banyak di konsumsi warga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara. Selain itu adapula panganan lokal disebut jepa yang dikonsumsi warga pesisir Kotabaru.

     Ubi alabio adalah jenis ubi kelapa yang merupakan tanaman perdu merambat. Hingga kini ubi alabio masih dibudidayakan secara tradisional dengan produksi berkisar 12-28 ton/ha. Dengan penerapan teknologi budidaya yang benar seperti, pemupukan, pengendalian  hama dan penyakit produksi ubi Alabio di lahan lebak dapat mencapai antara 40-50ton/ha.

     Panganan lokal lain yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah Talepok jenis panganan yang terbuat dari biji bunga teratai (Nymphaea). Panganan tradisional sebagian besar warga Kabupaten Hulu Sungai Utara ini, dinilai dapat dikembangkan menjadi sumber pangan pengganti beras.

     Berbagai jenis panganan (wadai) seperti apam, bingka, bolu, donat (cincin), puding, gipang, hingga jus buah dapat dibuat dari bunga teratai ini. Teratai merupakan tanaman yang  tumbuh di permukaan air seperti kolam, sungai dan rawa.

    Bagi warga pedalaman rawa dan sepanjang daerah aliran sungai di Kalsel, tanaman teratai ini sudah dikenal sebagai sumber makanan secara turun temurun. Tumbuhan teratai tumbuh subur di rawa-rawa dan sungai, seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tapin dengan luas mencapai800.000 hektar.

     Masih ada beberapa panganan lokal yang selama ini banyak dikonsumsi warga Kalsel seperti talas tinja, jepa dan sukun.

0 Response to "Ubi Alabio dan Bunga Teratai Pangan Lokal Khas Kalsel"