Latest News

Siring Martapura Ikon Baru Pariwisata Kalsel (Pantai Jodoh - Menara Pandang)

Sejak selesai dibangun beberapa tahun lalu, siring (talud) Sungai Martapura berubah menjadi ikon baru pariwisata di Kota Seribu Sungai, Banjarmasin.

     Lokasinya yang strategis berada di jantung Kota Banjarmasin, di depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin membuat kawasan ini mampu menarik pengunjung baik warga lokal hingga wisatawan luar daerah bahkan mancanegara.

     Pagi hari di akhir pekan, kawasan ini menjadi pusat kegiatan car free day. Dan setiap sore hari, ratusan warga datang untuk menikmati suasana sore di tepi sungai, sambil menikmati aneka kuliner seperti roti atau jagung bakar. Semilir angin dan hawa sejuk sungai saat sore, membuat banyak warga rela berlama-lama menghabiskan waktu hingga senja menjelang.

     Malam minggu atau saat even wisata digelar seperti lombang perahu hias, pasar ramadhan juga festival budaya banjar, kawasan ini akan dipadati warga hingga malam hari. “Sungai adalah keunggulan dan keunikan Kota Banjarmasin, sebuah potensi pariwisata luar biasa mampu menyaingi wisata Bangkok, Venesia, Singapura bahkan Belanda,” tutur Nurul Fajar Desira, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Banjarmasin.

     Siring Sungai Martapura terdiri dari dua lokasi yang saling berseberangan sepanjang kurang lebih 300 meter, yaitu di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan P Tendean. Kawasan ini juga dimanfaatkan beragam komunitas anak muda untuk berkumpul dan menyalurkan hobinya. Tak terkecuali komunitas pecinta lingkungan.

siring banjarmasin


     Pembangunan taman, gedung serba guna yang disebut menara pandang, juga pelestarian bangunan kuno khas banjar semakin mempercantik kawasan siring Sungai Martapura. Pembangunan siring Sungai Martapura dimulai sejak 2004 dengan menggunakan dana yang berasal dari patungan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Banjarmasin.

     Hingga kini pembangunan siring Sungai Martapura terus dikerjakan, dan ditargetkan sepanjang lima kilometer. Pembangunan siring ini merupakan upaya mewujudkan Kota Banjarmasin sebagai Kota Wisata Air dengan konsep Water Front City seperti kota wisata air yang terkenal di dunia.

     Nantinya, orang tidak hanya mengenal Kota Banjarmasin, sekadar wisata pasar terapung saja, tetapi ada banyak obyek wisata unggulan lainnya. “Untuk mewujudkan hal ini memang perlu kerja keras, tidak hanya pemerintah daerah tetapi juga masyarakat,” tambahnya.

     Keberadaan pasar terapung di Kelurahan Kuin, Banjarmasin sendiri kian tergerus akibat perkembangan zaman. Untuk itu Pemko Banjarmasin dalam beberapa tahun ini, merevitalisasi pasar terapung menjadi program utama pembangunan kota.

     Pengembangan pasar terapung juga seiring dengan status Kota Banjarmasin sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia, bersama Bali, Jogakarta, Solo dan lainnya. Nurul Fajar menyebut, ada tiga lokasi pengembangan pasar terapung di Banjarmasin yaitu Muara Kuin (lokasi asal) yang akan diintegrasikan dengan kampung wisata Kuin.

     Kemudian pasar terapung Siring Martapura serta pasar terapung Sungai Jafri Zam-zam, anak Sungai Barito. Sejauh ini pemindahan pasar terapung ke lokasi Sungai Martapura mampu menjadi ikon wisata baru dimana warga atau wisatawan lebih mudah menjangkau obyek wisata pasar terapung.

     Suatu saat nanti, mimpi Kota Banjarmasin menjadi Venesia, Italia akan dapat terwujud

0 Response to "Siring Martapura Ikon Baru Pariwisata Kalsel (Pantai Jodoh - Menara Pandang)"