Latest News

PLN Hentikan Dua Pembangkit PLTA Akibat Kemarau Juli 2015


PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terpaksa mematikan dua dari tiga unit pembangkit PLTA Ir PM Noor, akibat debit waduk Riam Kanan di Kabupaten Banjar kian menurun. Operasi hujan buatan (TMC) yang dilakukan PLN bekerjasama dengan BPPT terpaksa dihentikan sementara karena ketiadaan awan.
     Demikian diungkapkan, Kepala Divisi Hukum dan Humas PT PLN wilayah Kalsel-Kalteng, Anang Juhrani, Senin (27/7) mengatakan akibat kemarau debit air waduk Riam Kanan terus menurun. “PLN telah mengambil langkah penghematan air waduk dengan hanya mengoperasikan satu dari tiga unit pembangkit PLTA, sebagai cadangan pasokan listrik wilayah Kalsel-Kalteng,” tuturnya.
     Saat ini debit air waduk Riam Kanan yang menjadi pasokan bagi PLTA IR PM Noor berkapasitas 30 megawatt dan sumber air baku PDAM, serta kegiatan pertanian dan perikanan warga berada pada level 57 meter. Menurut Anang, “pengaturan” operasional pembangkit PLTA yang bertujuan untuk penghematan air tersebut dapat dilakukan, karena pasokan listrik dari pembangkit PLTU dan PLTD sejauh ini berjalan normal.
     Diperkirakan debit air waduk Riam Kanan akan terus menurun seiring kondisi musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kalsel. Seperti tahun sebelumnya, untuk menjaga debit air waduk Riam Kanan, pihak PLN bekerjasama dengan BPPT melakukan hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca (TMC) di atas waduk.
     Namun kegiatan yang mulai dilakukan awal Juli lalu tersebut, kini terpaksa dihentikan sementara waktu karena ketiadaan awan sehingga penyemaian garam tidak dapat dilakukan. “Kegiatan penyemaian garam tidak dapat dilakukan karena awan tipis di atas waduk, selain itu pesawat hujan buatan milik BPPT juga dipergunakan untuk memadamkan kebakaran hutan di Sumatera,” tambahnya.

0 Response to "PLN Hentikan Dua Pembangkit PLTA Akibat Kemarau Juli 2015"