Latest News

Penggalian Batu Akik Di Kebun Karet Balangan Ditutup


Para pemilik lahan, bersama aparat desa dan aparat keamanan akhirnya menghentikan aktifitas pencarian dan penggalian batu akik di lahan kebun karet di Desa Hamarung, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
     Sejak sebulan terakhir, setiap harinya ratusan warga dari berbagai daerah mendatangi kebun karet di Desa Hamarung, Balangan untuk mencari dan menggali batu akik berwarna merah yang disebut batu akik marjan. Fenomena ini bermula dari penemuan batu akik berwarna merah dalam jumlah banyak, oleh warga di lokasi lahan kebun karet warga.
     Batu akik jenis marjan ini diyakini batu akik kuno berumur ratusan tahun dan harganya cukup mahal. Kontan kabar penemuan batu akik oleh warga bernama Toni ini menyebar dan seterusnya banyak warga berdatangan ke lokasi tersebut untuk mencari batu akik.
     Bupati Balangan, Seffek Effendi, Kamis (23/7) mengatakan fenomena pencarian batu akik ini, sudah berlangsung sekitar sebulan terakhir.
     Lokasi kebun karet tersebut memang diketahui banyak batu akik. Tidak hanya orang tua, tetapi juga anak-anak dan ibu-ibu ikut mencari batu akik menggunakan linggis dan cangkul. Belakangan, para pemilik lahan keberatan kegiatan warga mencari batu akik di lahan kebun karet mereka akibat rusaknya tanah dan pepohonan karet.
     Irwinsyah, Ketua RT Desa Hamarung, mengatakan bahwa warga menyakini batu akik di lokasi kebun karet tersebut adalah peninggalan jaman kuno. Lokasi kebun karet pun dipercaya dulunya adalah permukiman warga.
     Selain ditemukan batu Akik, warga juga menemukan
besi tua berbagai jenis mulai pisau, parang serta tombak. Juga ditemukan beragam perhiasan seperti gelang, cincin serta uang
logam abad 18 silam.
     Untuk menghindari terjadinya kerusakan parah pada lahan dan pohon karet, aktifitas pencarian batu akik dan benda kuno ini dihentikan

0 Response to "Penggalian Batu Akik Di Kebun Karet Balangan Ditutup"