Latest News

Pasar Sudimampir, Tanah Abang nya Kalimantan

Sudimampir adalah nama sebuah kawasan pasar tradisional terbesar di Kalimantan Selatan yang ada di Kota Banjarmasin dan merupakan Tanah Abangnya Kalimantan.


Pasar Sudimampir Banjarmasin
Foto Sudimampir Di Banjarmasin Tempo Dulu


     Saat ramadhan atau menjelang lebaran seperti sekarang ini, kawasan Pasar Sudimampir menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Kota Banjarmasin. Kawasan pasar yang berada di tepi Sungai Martapura ini, berubah menjadi lautan manusia baik warga dari Banjarmasin maupun luar daerah bahkan provinsi tetangga Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

     Sebagian dari mereka yang datang ke Pasar Sudimampir ini adalah para pedagang dari berbagai daerah di Kalimantan. Umumnya, mereka membeli barang kebutuhan dan khususnya konveksi dalam jumlah besar (grosir) untuk dijual kembali di daerah kabupaten lain di Kalsel maupun memasok bagi pasar-pasar besar seperti Palangkaraya, Sampit, Kapuas, Muara Teweh, Tamiyang Layang di Kalteng.

     Serta pasar besar lainnya di wilayah Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Bontang di Kaltim, hingga wilayah Kalimantan Utara. Keberadaan Pasar Sudimampir ini, persis seperti Pasar Tanah Abang, karena merupakan pusat grosir terbesar di Kalimantan.

     Selain itu, mayoritas barang konveksi yang dijual berasal dari Tanah Abang. Barang-barang ini masuk melewati pelabuhan Trisakti dan kemudian disebarkan ke berbagai daerah di Kalimantan menggunakan truk-truk perusahaan jasa ekspedisi serta ada pula menggunakan kapal (bus air) untuk menjangkau wilayah pedalaman sepanjang Sungai Barito.

     “Saat ramadhan merupakan musim panen bagi para pedagang Sudimampir. Omset penjualan konveksi perharinya diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah,” tutur Haji Murni, salah satu pedagang besar di Pasar Sudimampir.

     Namun menurutnya, omset penjualan para pedagang ini cenderung menurun setiap tahun seiring belum pulihnya krisis ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat. Uniknya mayoritas pedagang di Pasar Sudimampir bukanlah orang banjar, tetapi orang Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

     Seperti orang Padang, warga Amuntai memang dikenal pandai berdagang. Mereka sudah ada di Pasar Sudimampir sejak pasar ini ada.


Ratusan Tahun

Keberadaan Pasar Sudimampir, diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun, seumur dengan lahirnya Kota Banjarmasin. Bisa disebut, pasar ini merupakan warisan pemerintah kolonial Belanda yang membangun pusat-pusat perdagangan di Kalimantan di tepi Sungai.

     Di Kalsel sendiri keberadaan pasar hampir semuanya berada di tapi sungai yang menunjukkan bahwa budaya warga Kalsel adalah budaya sungai. Kota-kota tumbuh di sepanjang tepi sungai. Sungai bukan hanya menjadi sarana transportasi namun juga menjadi sarana distribusi barang kebutuhan.

     “Hampir semua pasar di wilayah Banjarmasin maupun Kalsel berada di tepi sungai. Waktu itu distribusi barang mengandalkan angkutan sungai. Namun seiring perkembangan jaman dan adanya jalur darat angkutan sungai semakin berkurang,” ungkap Hermansyah, Kepala Dinas Pasar Kota Banjarmasin.

     Kawasan Pasar Sudimampir terdiri dari beberapa pasar terpisah dan berbeda produk yang dijual. Seperti Pasar Sudimampir I, II dan Sudimampir Baru yang menjual konveksi. Kemudian ada Pasar Cempaka yang menjual konveksi, klontongan dan obat-obatan. Juga Pasar Lima yang menjual sembako dan barang pecah belah dan bahan bangunan.

     Menurut data Dinas Pasar Kota Banjarmasin, jumlah pedagang di Pasar Sudimampir secara keseluruhan mencapai 1.200pedagang besar dan kecil. Dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat di kawasan pasar ini diperkirakan mencapai 5.000 orang.

     Pasar tradisional terbesar ini, mampu menghasilkan PAD bagi Kota Banjarmasin pertahunnya mencapai Rp6 miliar. Pemko Banjarmasin berencana melakukan penataan kawasan pasar yang dinilai sudah cukup kumuh dan menjadi simpul kemacetan kota, dengan membangun pasar tradisional modern seperti Pasar Mangga Dua di Jakarta. Diperkirakan penataan kawasan Pasar Sudimampir ini akan menelan biaya mencapai Rp200 miliar. 

0 Response to "Pasar Sudimampir, Tanah Abang nya Kalimantan"