Latest News

Menteri Perhubungan Tinjau Bandara Syamsudin Noor dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin (15 Juli 2015)

Menteri Perhubungan 15 Juli 2015 Banjarmasin
Tinjauan Menteri Perhubungan 15 Juli 2015 Banjarmasin

Menhub di Banjarmasin 2015 - Pemerintah akan membenahi sistem penjualan tiket kapal laut guna memberantasi praktek percaloan tiket dan menghindari penumpang terlantar. Ratusan calon penumpang tujuan Pulau Jawa terancam tidak dapat berangkat karena tidak mendapatkan tiket kapal.

     Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, Rabu (15/7), di sela-sela peninjauan arus mudik di Bandara Syamsuddin Noor dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan arus mudik di sejumlah daerah, pemerintah berencana akan mengevaluasi dan membenahi sistem penjualan tiket kapal.

     “Hasil pemantauan arus mudik di sejumlah daerah secara umum lebih baik dan lebih tertata dibanding tahun sebelumnya, meski masih ada beragam persoalan di lapangan. Memang terjadi peningkatan kesibukan baik di terminal, pelabuhan dan bandara tetapi dapat dikatakan normal,” tuturnya.
     Namun untuk arus mudik di pelabuhan di beberapa lokasi seperti di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, masih terjadi penumpukan dan banyaknya calon penumpang yang tidak kebagian tiket. “Saya melihat sistem penjualan tiket di pelabuhan ini sudah ketinggalan jaman. Karena itu pemerintah akan mengevaluasi permasalahan arus mudik ini, termasuk membuat aturan baru terkait sistem pelayanan dan penjualan tiket yang lebih mudah kepada masyarakat,” tegasnya.
     Diakuinya titik permasalahan dari kasus penumpukan dan terlantarnya calon penumpang kapal karena permasalahan tiket. Diketahui, sejak sepekan terakhir tiket kapal tujuan Surabaya dan Semarang sudah habis terjual. Selain itu pihak KSOP melakukan pembatasan penjualan tiket kapal, demi keamanan pelayaran.
     Menhub juga menegaskan bagi calon penumpang yang tidak kebagian tiket maka tidak bisa diberangkatkan. Penegasan ini, membuat ratusan penumpang terancam tidak bisa mudik ke kampung halaman. “Tidak ada sapu bersih penumpang. Yang tidak ada tiket yang terpaksa tidak bisa mudik,” tambahnya.
     Pantauan Media di lapangan, hingga H-2 masih banyak calon penumpang yang belum mendapatkan tiket kapal. Situasi ini dimanfaatkan oknum calo yang menawarkan tiket seharga Rp800.000 kepada calon penumpang. Seperti yang diakui, Suparno,40 pekerja kebun kelapa sawit dihadapan Menteri Perhubungan.
     Menurut Suparno, dirinya bersama keluarga dan teman-teman kerjanya sudah hampir satu minggu mencari tiket untuk pulang ke Pulau Jawa. “Kita sudah antri berhari-hari tetapi tiket kapalnya tidak ada. Sementara tiket yang ditawarkan calo seharga Rp800.000, padahal harga normalnya Rp260.000,” ungkapnya.
     Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin mengatakan pihaknya masih tetap mengupayakan agar semua calon penumpang kapal dapat diberangkatkan. “Masih akan ada kapal yang berlayar untuk hari Kamis dan Jumat. Semoga semua dapat terangkut,” ucapnya.
     Rabu (15/7) malam, dijadwalkan kapal KRI Teluk Hading 538 dengan kapasitas 500 orang akan diberangkatkan menuju Surabaya. Para penumpang dikenakan tiket seharga Rp200.000 perorang dan Rp50.000 untuk bayi. Sedangkan, Kamis (16/7) akan ada dua kapal ferry roro KM Kirana dan KM Dharma Kencana yang berkapasitas lebih dari 1.000 orang. Harga tiket kapal milik PT Dharma Lautan Utama ini dijual antara Rp260.000 sampai Rp400.000 perorang.

0 Response to "Menteri Perhubungan Tinjau Bandara Syamsudin Noor dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin (15 Juli 2015)"