Latest News

Kabupaten Banjar Dilanda Kekeringan (Berita Kalsel)

Kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan Selatan, menyebabkan puluhan desa di Kabupaten Banjar dilanda kekeringan. Puluhan ribu warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
     Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Sunarto, Senin (20/7), mengatakan kondisi kemarau panjang menyebabkan puluhan desa di wilayah tersebut terancam kekeringan. “Sebagian wilayah mulai dilanda kekeringan. Saat ini pemerintah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan bencana kekeringan ini,” ucapnya.
      Menurut data BPBD Banjar, ada puluhan desa di empat kecamatan yang setiap musim kemarau selalu dilanda kekeringan meliputi Kecamatan Aluh-aluh, Beruntung Baru, Tata Makmur dan Kintapuri. Kondisi ini menyebabkan lebih dari 20.000 warga  mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
     Dikemukakan Sunarto daerah-daerah terparah dilanda kekeringan di Kabupaten Banjar adalah Kecamatan Tata Makmur yang merupakan wilayah pesisir. Di daerah ini, sumur dan air sungai yang diandalkan warga untuk kebutuhan sehari-hari mengalami interusi air laut sehingga tidak dapat dikonsumsi.
     Daerah lainnya adalah wilayah pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kintapuri. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Tapin dan Barito Kuala. “Sumur dan rawa-rawa yang berdekatan dengan kawasan perkebunan sawit mengering dan airnya menjadi asam,” bebernya.
      Pemkab Banjar dalam waktu dekat akan menjadwalkan penyaluran air bersih kepada masyarakat korban bencana kekeringan. Desa-desa di wilayah yang mengalami kekeringan dibangun tandon-tandon air. Namun ada sejumlah wilayah yang sulit dijangkau, sehingga upaya penyaluran air bersih terkendala.
    Sementara Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kalsel, Faturahman mengatakan kondisi kemarau panjang kali ini, ikut mengancam areal lahan pertanian. “Kekeringan saat ini mulai melanda lahan pertanian warga,” ucapnya.
     Namun di sisi lain, kemarau justru memberi berkah bagi petani di lahan rawa lebak yang tersebar di sejumlah kabupaten seperti Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara. Saat kemarau seperti sekarang ini, lahan rawa lebak justru dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
     Pertanian di lahan rawa lebak mampu menyumbang 25 persen dari produksi padi Kalsel yang mencapai 2,1 juta ton gabah kering giling (GKG).
    

0 Response to "Kabupaten Banjar Dilanda Kekeringan (Berita Kalsel)"