Latest News

Awas, Kemarau Ekstrem Ancam Kalsel

Musim kemarau ekstrem diperkirakan akan melanda wilayah Kalimantan Selatan. Sebanyak 19 titik api (hot spot) terpantau satelit NOAA muncul di sejumlah wilayah Kalsel.
     “Berdasarkan data BMKG, wilayah Kalsel diperkirakan akan mengalami musim kemarau ektrem. Kondsi ini mengharuskan kita semua waspada ancaman kekeringan dan kebakaran,” tutur Zulkarnain, Kepala Daerah Operasi II Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, BKSDA Kalsel, Kamis (23/7).
     Kondisi kemarau ekstrem dapat terlihat dari suhu udara siang hari di Kalsel mencapai 34 derajat celsius, dengan kelembaban mencapai 55-56. Sementara puncak kemarau sendiri diperkirakan baru akan berlangsung pada September-Oktober mendatang.
     Sungai-sungai mulai mengering, demikian juga lahan pertanian masyarakat. Sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
     Kemarau juga ditandai dengan terus meningkatnya sebaran titik api menjadi 19 titik api, bertambah dari pekan lalu yang hanya 14 titik api. “BKSDA telah melakukan pemadaman di sejumlah wilayah, terutama kawasan hutan yang terbakar,” ucapnya.
     Kalsel saat ini dalam status siaga II kebakaran hutan dan lahan. Petugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan, telah disiagakan di lokasi-lokasi rawan kebakaran terutama kawasan bandara Syamsuddin Noor, Banjarbaru.
Menurut Zulkarnain, pihaknya sejak beberapa waktu terakhir semakin menggalakkan kegiatan patroli di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kalsel.
     Menurut data terpantau 19 titik api di beberapa kabupaten seperti Barito Kuala, Banjar, Tanah Laut, Tapin dan Hulu Sungai Selatan. “Mayoritas titik api muncul di areal pertanian, akibat para petani melakukan pembakaran pasca panen dan di wilayah rawa lebak petani membuka areal pertanian,” tambahnya.
    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, untuk kebakaran hutan dan lahan di Kalsel sepanjang 2014, mencapai luasan 5.522 hektar, terdiri dari 329 hektar areal kawasan hutan, 2.811 hektar areal lahan APL dan 2.662 hektar areal perkebunan. Jumlah titik api yang muncul di wilayah Kalsel sebanyak 1.519 titik atau jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 489 titik api pada 2013.

0 Response to "Awas, Kemarau Ekstrem Ancam Kalsel"