Latest News

26 Tewas Saat Arus Mudik di Kalsel

Sebanyak 26 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas selama arus mudik lebaran di jalur trans kalimantan wilayah Kalimantan Selatan.
     Hal ini disampaikan, Kepala Polda Kalsel, Brigjend Agung Budi Maryoto, Rabu (28/7) di Banjarmasin. “Selama arus mudik terjadi 38 kasus laka lantas dimana 26 orang pengguna jalan meninggal dunia,” tuturnya.
     Jumlah korban tewas selama arus mudik ini menurun dari tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 32 orang tewas. Demikian juga dengan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun dari 41 kasus menjadi 38 kasus.
     Sementara jumlah pelanggaran lalu lintas tercatat sebanyak 1.052 kasus. Salah satu kasus kecelakaan yang menonjol adalah kecelakaan tunggal dialami pengendara mobil bermerk Toyota Yaris di jalan A Yani, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Mobil yang melaju kencang, menabrak pohon dan terbakar, sehingga empat orang penumpang mobil tewas.
     Lebih jauh dikemukakan Kapolda Kalsel, masih ada titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur trans kalimantan di wilayah Kalsel. Jalur paling rawan kecelakaan adalah trans kalimantan yang menghubungkan Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin.
     Permasalahan lain yang menjadi perhatian Polda Kalsel selama arus mudik adalah terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Trisakti akibat tidak ada tiket, serta penumpukan penumpang di bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin menyusul ditutupnya bandara akibat pengaruh erupsi Gunung Raung.
     “Masalah penumpukan penumpang ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama Kementerian Perhubungan karena terjadi setiap tahun,” tambahnya.
Polda Kalsel sendiri dihadapan Menteri Perhubungan saat meninjau pelabuhan Trisakti telah mengusulkan agar sistem penjualan tiket kapal dilakukan dengan sistem online. Sehingga pemudik yang sebagian berasal dari provinsi tetangga Kalteng dan Kaltim dapat mengatur waktu mudik dan diharapkan tidak terjadi penumpukan penumpang di kawasan pelabuhan.

0 Response to "26 Tewas Saat Arus Mudik di Kalsel"